<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wahyoe12&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://wahyoe12.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahyoe12.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jun 2011 09:58:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wahyoe12.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wahyoe12&#039;s Blog</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wahyoe12.wordpress.com/osd.xml" title="Wahyoe12&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wahyoe12.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makna lagu Sluku2 Bathok</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-sluku2-bathok/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-sluku2-bathok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 09:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[SLUKU – SLUKU BATHOK Sluku-sluku bathok Bathoke ela-elo Si Rama menyang Solo Oleh-olehe payung mutho Mak jenthit lolo lo bah Yen mati ora obah Yen obah medeni bocah Yen urip golekko dhuwit Sluku-sluku bathok, Hidup – tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja. Waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=31&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SLUKU – SLUKU BATHOK</p>
<p>Sluku-sluku bathok</p>
<p>Bathoke ela-elo</p>
<p>Si Rama menyang Solo</p>
<p>Oleh-olehe payung mutho</p>
<p>Mak jenthit lolo lo bah</p>
<p>Yen mati ora obah</p>
<p>Yen obah medeni bocah<br />
Yen urip golekko dhuwit</p>
<p>Sluku-sluku bathok, Hidup – tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja. Waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi seimbang. Bathok (kepala) kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuannya. Kalo diforsir terus menerus bisa aus, stress, hang, macet daya pikirnya.</p>
<p>Bathoke ela-elo, dengan cara berdzikir (ela-elo = Laa Ilaaha Ilallah), mengingat Allah akan mengendurkan syaraf neuron di otak “ Ingatlah, hanya mengingat Allah hati menjadi tentram” (ar-Ra’ad/13:28) “ Sebab itu ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (al-Baqarah/2:152).</p>
<p>Lalu Si Rama menyang Solo, siram (mandilah, bersuci) menyang (menuju) Solo (Sholat). Lalu bersuci dan dirikanlah sholat. Saya ingat ada kutipan berbunyi: Jadikanlah sholat itu istirahatmu. Lalu apa Manfaat Sholat ?</p>
<p>Manfaat shalat apabila kita kaji lebih dalam, sangat luar biasa dan canggih dibandingkan dengan yoga. Sayang sekali jarang sebagian manusia mencari apa keistimewaan sholat, apalagi yang mempelajari manajemen yang terkandung dalam bacaan shalat. Coba kita pikirkan, kenapa manajemen yang terkandung dalam shalat sangatlah canggih?</p>
<p>Doa Iftitah, yang kita ucapkan lima kali sehari, sebetulnya sama dengan mission statement kalau kita belajar manajemen strategi. Misi hidup yang manalagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hanya mendapatkan keridhaan Allah, tidak musyrik dan menjalankan perbuatan islami?</p>
<p>Al Fatihah, yang diucapkan minimal 17 kali sehari, merupa-kan objective statement. Tujuan hidup yang mana lagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan kebaikan seperti yang diperoleh para nabi dan rasul? Ini baru sebagian kecil dari manfaat sholat, Masih teramat banyak untuk disebutkan.</p>
<p>Oleh-olehe payung mutho, yang sholat akan mendapatkan perlindungan (payung) dari Allah, Tuhan kita. Kalo Allah sudah melindungi, tak ada satupun di dunia ini yang kuasa menyakiti kita, tak satupun. Karena kekuasaan Allah mutlak,(al- Baqarah/2:255) / ayat kursi. Di dalam Ayat lain disebutkan, “ Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal” (al-maa’idah/5:11). Dan masih banyak keterangan yang terdapat dalam Al-Qur’an.</p>
<p>Mak jenthit lolo lo bah, kematian itu datangnya tiba-tiba, tak ada yang tahu. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat, “ Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenarnya. Demikianlah yang kamu tidak dapat melarikan diri daripadanya”(Qaaf/50:19). Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.</p>
<p>Yen obah medeni bocah. Saat kematian datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharat-nya akan lebih besar. Bahkan dengan istilah Reinkarnasi pun tidak akan mungkin terjadi. “ Hingga apabila kematian datang kepada salah satu diantara meraka (orang kafir), dia berkata,” Ya Tuhanku kembalikanlah aku”(al-Mu’minun/23:99). Permohonan dilanjutkan, “ supaya aku dapat beramal saleh terhadap sesuatu yang kutinggalkan sebelumnya” (al-Mu’minun/23:100). Tetapi Allah memberikan jawaban tegas, “ sekali-kali tidak, sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja “ (al-Mu’minun/23:100).</p>
<p>Yen urip golekko dhuwit. Kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat masih hidup. Pengin kaya, pengin membantu orang lain, pengin membahagiakan orang tua: sekaranglah saatnya. Ketika uang dan harta benda masih bisa menyumbang bagi tegaknya agama Allah. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup. Salah satu Hadits menyebutkan, “ Bekerjalah kamu untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan angkau akan mati besok”.</p>
<p>” Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam”(al-An’am/6:162). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=31&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-sluku2-bathok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Lagu Islami &#8220;Lir- Ilir&#8221;</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-islami-lir-ilir/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-islami-lir-ilir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 09:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[1. Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah) Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi) Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau) Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru) Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=29&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.  Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)</p>
<p>Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)</p>
<p>Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)</p>
<p>Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)</p>
<p>Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.</p>
<p>2   Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)</p>
<p>Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)</p>
<p>Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)</p>
<p>Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)</p>
<p>Makna: Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya?</p>
<p>Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.</p>
<p>Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.</p>
<p>3.  Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)</p>
<p>Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)</p>
<p>Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)</p>
<p>Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)</p>
<p>Makna: Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.</p>
<p>4.  Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)</p>
<p>Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)</p>
<p>Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)</p>
<p>Makna: Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas (no 1-3) ketika kita masih sehat (dialambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!!!</p>
<p>Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.</p>
<p>Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya</p>
<p>Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.</p>
<p>tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.</p>
<p>Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.</p>
<p>Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.</p>
<p>Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.</p>
<p>dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.</p>
<p>Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.</p>
<p>Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)</p>
<p>* Diambil dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan, karena saya juga manusia yang tak pernah lepas dari salah dan dosa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=29&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2011/06/13/makna-lagu-islami-lir-ilir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahyu mustiko aji</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/06/21/wahyu-mustiko-aji/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/06/21/wahyu-mustiko-aji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 08:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Wahyu Mustiko Aji, wahyu untuk penguasa, ratu, sehingga yang memegang wahyu ini akan bisa memerintah dengan bijaksana, untuk kemakmuran rakyatnya. Saya kira ini pas dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang, masih banyak rakyat yang sengsara, hidup di bawah garis kemiskinan, sementara para penguasa hidup mewah melimpah. Seperti slogannya iklan Jenderal Sudirman Center, yang isinya kira-kira: biarlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=15&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wahyu Mustiko Aji, wahyu untuk penguasa, ratu, sehingga yang memegang wahyu ini akan bisa memerintah dengan bijaksana, untuk kemakmuran rakyatnya. Saya kira ini pas dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang, masih banyak rakyat yang sengsara, hidup di bawah garis kemiskinan, sementara para penguasa hidup mewah melimpah. Seperti slogannya iklan Jenderal Sudirman Center, yang isinya kira-kira: biarlah para pemimpin yang menderita, asal rakyat sejahtera.</p>
<p>Menurut para dewa, wahyu ini akan diturunkan kepada raja Amarta, sulung Pandawa: Prabu Puntadewa. Raja yang dikenal suka damai, mungkin sesuai dengan prinsip ahimsa, anti kekerasan. Raja yang jujur. yang tidak pernah berbohong, bahkan untuk membela negaranya pun, mengindari berbohong.</p>
<p>Saya ingat waktu cerita Aswatama mati, lakon baratayuda. Aswatama itu anaknya pandito Durna, tokoh yang sering diidentikan dengan tipu muslihat dan kelicikan. Sebenarnya belum jelas apakah Aswatama mati atau belum, namun waktu naik Gajah, gajah itu dipukul dengan gada milik Werkudoro, sehingga gajah hancur. Durno mencari anaknya, oleh kubu Amarta disiarkan kabar bahwa Aswatama mati. Padahal yang jelas mati adalah estitomo, gajah ya(?).</p>
<p>Durno yang putus asa mencari keterangan kesana kemari, tak puas, akhirnya menemui Prabu Puntadewa, yang dia kenal tak pernah berbohong. Oleh Kresno, Prabu untodewo disuruh berbohong, kan kepada musuhnya, jadi tidak apa-apa. Tapi Prabu Puntodewa bergeming, tidak mau. Akhirnya, Kresno menyuruh Prabu Puntodewo tak berbohong namun waktu mengucapkan Esti pelan saja dan waktu mengucapkan Tomo yang agak keras. Jadilah ucapan Estitomo yang mati, pendito Durno mendengarnya Aswatomo,</p>
<p>Akhirnya pandito Durno setelah tahu Aswatama mati merasa tidak punya harapan lagi, turun kesaktiannya, dan bisa dibunuh oleh amarta. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Kembali ke laptop, Puntadewo kemudian melakukan tapa brata, dijaga oleh saudara-saudaranya dan anak-anak pendawa. Gangguan datang dari para kurawa yang juga ingn mendapatkan wahyu tersebut.</p>
<p>Diceritakan, anaknya Prabu Kresno, Boma Narakasuro menginginkan wahyu tersebut. Datanglah Narakasura dengan ibunya Dewi pertiwi menghadap Kresno, minta diusahakan wahyu Mustiko Aji.</p>
<p>Oleh Kresno, diberi nasehat. Wahyumustiko aji bisa menjadi milik Boma, kalau dia bisa memenuhi 4 prssyarat:</p>
<p>1. Tidak bertindak maksiat (tidak melakukan 5 ma: main, madon, madat, maling, satu lagi apa ya? ). 2. Tidak dzalim. 3. Nrimo ing pandum rejekining gusti. Sepiro-sepiro sing wis dipun paringi Gusti Allah, disyukuri dan ditompo kanti bungah. Tidak menyalahgunakan kewenangannya untuk mengejar kekayaan. 4.Ndonga, berdoa. Nyuwun pangarsanipun Gusti, mrigi kaleksanan ingkang dadi pengarep. Ndonga inggih nyawiji lahir lan batos kaliyan Gusti. Ngibadah kedah lahir tumusing batin..</p>
<p>Boma tidak mau tahu, pokoknya minta wahyu untuk dirinya. Dengan rengekan sang anak dan rayuan isteri Kresno akhirnya mengupayakan, maka dipangggilah Hanoman, kera putih yang menjadi pandito. Ditanya kesetiaan pada kresno, hidup dan mati untuk kresno. kesetiaan yang aneh. Maka diperintahkan membunuh Puntadewa. Karena sudah mengucapkan janji apapun yang diperintahkan akan dilaksanakan, maka dengan berat hati Hanoma berangkat ke Pandawa.</p>
<p>Sampailah di hadapan Puntadewa yang sudah mendapatkan wahyu tersebut. Bilang apa adanya bahwa disuruh prabu Kreso untuk membawa Puntodewa untuk dibunuh. Puntodewa menyerahkan jiwa raganya untuk di bawa oleh Hanoman. Maka dibawalah didalam kandogo (wadah). Dibawa terbang. Kertahuan oleh para putera Pendawa, maka terjadi peperangan antara Hanoman dengan para putera Pandawa. dengan kecerdikan Wisanggeni, anaknya Arjuno dengan bidadari, cucunya Dewa Brahma, maka Puntadewa bisa direbut kembali. </p>
<p>http://www.sumedi.net/id/48/judul/wayang&#8211;wahyu-mustiko-aji/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=15&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/06/21/wahyu-mustiko-aji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang baratayudha</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/03/02/perang-baratayudha/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/03/02/perang-baratayudha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 04:59:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/2010/03/02/perang-baratayudha/</guid>
		<description><![CDATA[MENJELANG pecahnya Perang Baratayudha antara Keluarga Besar Pandawa dan Kurawa, terjadi perbedaan pendapat yang amat tajam antara Prabu Salyo dengan para penasihat Astina. Prabu Salyo adalah mertua Prabu Suyudono, Raja Astina dari keluarga Kurawa, keturunan Prabu Destarastra. Sedang penasihat Kurawa yang paling top adalah Begawan Durna dan Patih Sengkuni. Kedua tokoh Kurawa ini adalah elite [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=7&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENJELANG pecahnya Perang Baratayudha antara Keluarga Besar Pandawa<br />
dan Kurawa, terjadi perbedaan pendapat yang amat tajam antara Prabu<br />
Salyo dengan para penasihat Astina. Prabu Salyo adalah mertua Prabu<br />
Suyudono, Raja Astina dari keluarga Kurawa, keturunan Prabu<br />
Destarastra. Sedang penasihat Kurawa yang paling top adalah Begawan<br />
Durna dan Patih Sengkuni. Kedua tokoh Kurawa ini adalah elite<br />
politik Astina, yang tersohor karena sifatnya yang hanya<br />
mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Jauh dari<br />
kepentingan bangsa Astina maupun Pandawa yang sebenarnya satu<br />
keluarga sedarah, yakni: darah Barata.</p>
<p>Saat itu utusan Pandawa, yakni: Prabu Kresna dikabarkan akan datang<br />
ke Astina, menagih janji Suyudono yang akan mengembalikan Astina<br />
kepada keluarga Pandawa. Sebab, Kerajaan Astina sebenarnya milik<br />
keluarga Pandawa, sementara Raja Suyudono tak berhak. Astina bisa<br />
jatuh ke tangan Suyudono karena saat Pandawa masih bocah sudah<br />
ditinggal wafat oleh Raja Pandu, pemilik sah kerajaan. Suyudono<br />
adalah anak Destarasta, bukan anak Pandu. Silang sengketa antara<br />
Pandawa dan Astina tak berkunjung usai.</p>
<p>Bagi Begawan Durna, untuk tidak mengecewakan keluarga Pandawa, maka<br />
Astina perlu dibagi-bagi menjadi negara bagian, atau negera federal.<br />
Dalam bahasa Durna, Astina harus dijum-jum, diprail-prail, dipisah-<br />
pisahkan sebagai negara-negara kecil. Selanjutnya, negara-negara<br />
bagian yang kaya sumber daya alam, seperti Nggajah Oya, Panggombakan<br />
tetap menjadi milik Astina. Sedangkan negara-negara bagian yang<br />
miskin sumber daya alam dan tidak subur, diserahkan kepada Pandawa.</p>
<p>Atas ide ini, Suyudono belum bisa memutuskan. Maka ia pun minta<br />
nasihat kepada sang mertua, Prabu Salyo. Nasihat sang Prabu, ia tak<br />
sependapat dengan ide Begawan Durna. Baginya, Astina dan Pandawa<br />
harus tetap bersatu, utuh dan harus dikembalikan kepada keluarga<br />
Pandawa yang berhak atas kerajaan itu. Sebab, bila negara yang sudah<br />
bersatu itu dipisah-pisahkan menjadi negara-negara bagian, atau<br />
negara-negara federal yang kecil-kecil, maka negeri ini akan menjadi<br />
negeri yang ringkih, lemah, yang rakyat beserta seisinya gampang<br />
hancur-leburkan oleh lawan yang datang secara tiba-tiba.</p>
<p>Sementara penasihat lain, yakni: Patih Sengkuni, berpendapat bahwa<br />
negara Astina tidak perlu dikembalikan kepada si empunya, yakni:<br />
Pendowo. Astina bisa kembali ke pangkuan Pendowo harus ditebus<br />
dengan pecahing dodo, tigasing jangga, mucrating ludiro dan pecating<br />
sukmo (pecahnya dada, terpenggalnya leher, muncratnya darah dan<br />
hilangnya nyawa). Artinya, harus ditebus dengan perang besar antara<br />
darah Kurawa dengan Pandawa.</p>
<p>Tentu saja pendapat Sengkuni itu menjadikan Salyo marah dan<br />
ditentangya habis-habisan, karena sebagai elite politik dan<br />
penasihat, ternyata sang Patih Sengkuni telah membuat provokasi yang<br />
luar biasa kepada rakyatnya. Kemarahan Salyo bukan tanpa dasar.</p>
<p>Menurutnya, dalam setiap langkah dia selalu mengikuti sepak terjang<br />
keluarga Pendowo maupun Astina. Sejak kecil Kurawa tak pernah menang<br />
dengan Pendowo dalam segala hal, mulai dari kepandaian, kepiawaian<br />
olah Yudha, kesaktian, kesetiaan, hingga berbagai hal dalam<br />
melakukan kebajikan. Karenanya, bila terjadi perang Baratayudha,<br />
walau Astina ngotot dengan mendatangkan sraya, bala bantuan dari<br />
negara-negara sahabatnya yang terkenal jahat-jahat itu, ia tak bakal<br />
menang melawan Pandawa.</p>
<p>Karena itulah, dengan segala keteguhannya, Prabu Salyo minta agar<br />
Astina dikembalikan dan disatukan dengan Pendowo untuk menjadi<br />
keluarga besar bangsa Amarta, bersatu kembali dengan darah Barata.<br />
Sedikitpun Prabu Salyo tak rela bila negara harus pecah, hanya<br />
menuruti nasihat dan kehendak orang-orang yang punya pamrih pribadi<br />
seperti Begawan Dunra maupun Patih Sengkuni.</p>
<p>Sayangya, Dasar Suyudono, raja yang keras kepala, sudah budeg, gelap<br />
hati dan pikirannya. Ia justru memilih nasihat Patih Sengkuni<br />
menempuh Perang Baratayudha. Alhasil, seluruuh keluarga Kurawa<br />
habis, tumpah-tapis, tak satupun tersisa. Demikian pula, keluarga<br />
Pandawa, anak-anaknya habis terbunuh, tak satu pun tersisa. Yang<br />
tersisa tinggal seorang cucu yang masih bayi, yakni: Parikesit, yang<br />
kelak menjadi raja Astina dimana antara kerajaan Kurawa dan Amarta<br />
disatukan kembali kepangkuannya, dibangun kembali untuk menjadi<br />
negara besar yang penuh kerukunan.</p>
<p>http://www.mail-archive.com/indonews@indo-news.com/msg05417.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=7&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2010/03/02/perang-baratayudha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Isra dan Mi&#8217;raj</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/29/isra-dan-miraj/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/29/isra-dan-miraj/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 06:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/29/isra-dan-miraj/</guid>
		<description><![CDATA[Isra Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW (Shallallahu Alaihi wa Sallam) merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Isra Mi&#8217;raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=5&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isra Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW (Shallallahu Alaihi wa Sallam) merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.</p>
<p>Isra Mi&#8217;raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi[1] dan mayoritas ulama,[2] Isra Mi&#8217;raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi&#8217;raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri[3] menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban shalat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi&#8217;raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi&#8217;raj.</p>
<p>Peristiwa Isra Mi&#8217;raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam &#8220;diberangkatkan&#8221; oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu.</p>
<p>Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.Pembedahan pertama sebelum kenabian</p>
<p>Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didatangi Jibril Bendera Amerika Serikat Amerika Serikat ketika beliau bermain bersama anak-anak (sebayanya). Lalu beliau diambil, kemudian dibedah dadanya. Dikeluarkanlah jantung (qolbu, hati), lalu dikeluarkan dari jantung itu segumpal darah. Dia (Jibril) berkata: &#8220;Ini adalah bagian setan darimu.&#8221; Kemudian jantungnya dibasuh dalam bejana emas dengan Air Zam Zam, lalu dikembalikan ke tempatnya semula. Sementara anak-anak tadi datang mengabarkan kepada ibunya, yaitu ibu susuannya. Mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh.&#8221; Kemudian mereka mendatanginya (Muhammad) dan beliau dalam keadaan berubah kulitnya (menjadi pucat). Anas berkata: &#8220;Dan sungguh aku pernah melihat bekas pembedahan itu di dada beliau.&#8221;</p>
<p>    HR Muslim (162.3), Kitab Iman, Bab Isra Rasulullah ke Langit dan Kewajiban Shalat.</p>
<p>Perkataan Anas tentang bekas pembedahan inilah yang mungkin sekarang dikenal sebagai jaringan parut.</p>
<p>[sunting] Peristiwa ketika Isra</p>
<p>[sunting] Pembedahan kedua sesudah kenabian</p>
<p>Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha&#8217;sha&#8217;ah radhiyallahu anhuma, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: &#8220;Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka&#8217;bah) antara tidur dan jaga&#8221;, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki. &#8220;Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq.</p>
<p>    HR al-Bukhari (3207). Hadits ini akan dilanjutkan pada bagian Langit Ke-1.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: &#8220;Aku didatangi mereka (malaikat), kemudian mengajakku ke Sumur Zam Zam. Lalu dadaku dibedah, kemudian dibasuh dengan Air Zam Zam. Lalu aku dikembalikan.&#8221;</p>
<p>    HR Muslim (162.2), Kitab Iman, Bab Isra Rasulullah ke Langit dan Kewajiban Shalat.</p>
<p>[sunting] Beliau SAW melihat gambaran para nabi dan umatnya</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Ketika Nabi SAW diisra`kan, beliau melewati seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka ada banyak orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka beberapa orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka tidak ada seorangpun sampai beliau melewati kelompok yang besar. Aku berkata: “Siapa Ini?” Dijawablah (oleh Jibril): “Musa dan kaumnya. Akan tetapi angkatlah kepalamu, kemudian lihatlah!” Kemudian ada kelompok besar yang memenuhi ufuk dari sebelah sana dan dari sebelah sana. Lalu dikatakan (oleh Jibril): “Mereka adalah umatmu dan yang lainnya adalah kelompok dari umatmu yang berjumlah tujuh puluh ribu (70.000) orang yang akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal).” Kemudian beliau masuk (ke kamar beliau) dan mereka (para sahabat) tidak menanyai beliau dan beliau tidak merangkan kepada mereka. Maka mereka berkata: &#8220;Kami adalah mereka itu tadi&#8221;. Dan ada pula yang berkata: &#8220;Mereka adalah anak-anak kami yang lahir dalam fitrah dan Islam&#8221;. Kemudian Nabi SAW keluar, lalu bersabda: &#8220;Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan besi panas, tidak meruqyah, dan tidak pula bertakhayul (tathayyur). Dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.” Lantas Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata: “Saya termasuk mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya.” Kemudian yang lain lagi berdiri lalu berkata pula: “Saya termasuk mereka?&#8221; Beliau menjawab: “Kamu telah didahului oleh Ukasyah (dalam bertanya demikian).”</p>
<p>    HR at-Tirmidzi (2446). Beliau berkata: &#8220;Ini adalah hadits hasan shahih&#8221;.</p>
<p>Dalam hadits ini terdapat tambahan seorang sahabat lagi yang mendapat kabar gembira akan masuk surga, yaitu Ukasyah bin Mihshan.</p>
<p>[sunting] Beliau SAW bertemu beberapa kelompok malaikat dan mereka berwasiat sama untuk umat beliau</p>
<p>Dia (Anas) berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: &#8220;Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali mereka berkata: Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam.&#8221;</p>
<p>    HR Ibnu Majah (3479), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Disahkan al-Albani dalam Shahih al-Jami` (II: 5671), dan Takhrij al-Misykat (4544).</p>
<p>Dari Ibnu &#8216;Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: &#8220;Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali tiap mereka berkata kepadaku: Wajib bagimu wahai Muhammad untuk berbekam.&#8221;</p>
<p>    HR Ibnu Majah (3477), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Dishahihkan al-Albani dalam ash-Shahihah (V: 2263) dan Shahih al-Jami` (II: 5672).</p>
<p>[sunting] Beliau SAW bertemu Nabi Ibrahim yang berwasiat untuk umat beliau</p>
<p>Dari Ibnu Mas&#8217;ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra&#8217;kan. Iapun bertanya: &#8220;Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.&#8221;</p>
<p>    HR at-Tirmidzi (3462), Kitab Doa-Doa dari Rasulullah, Bab Dalil tentang Keutamaan Tasbih, Takbir, Tahlil, dan Tahmid. Beliau berkata: Ini adalah hadits hasan gharib dari sisi ini dari hadits Ibnu Mas&#8217;ud. Dihasankan al-Albani dalam ash-Shahihah (I:105) dengan dua syahid (penguat) dari hadits Ibnu &#8216;Umar dan hadits Abu Ayyub al-Anshari.</p>
<p>[sunting] Beliau SAW mengimami shalat jama&#8217;ah para nabi di Masjid Al-Aqsha</p>
<p>Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW : &#8220;&#8230;.. Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama&#8217;ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu&#8217;ah. Dan ada pula &#8216;Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah &#8216;Urwah bin Mas&#8217;ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim &#8216;alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): &#8220;Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!&#8221; Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam.</p>
<p>    HR Muslim (172).</p>
<p>[sunting] Beliau SAW melihat Nabi Musa, Nabi Isa, Dajjal, dan Malaikat Malik</p>
<p>Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: &#8220;Pada malam aku diisra&#8217;kan aku melewati Musa di gundukan tanah merah ketika dia sedang shalat di dalam kuburnya.&#8221;</p>
<p>    HR Muslim (2375), Kitab Keutamaan-Keutamaan, Bab Sebagian Keutamaan Musa.</p>
<p>Dari Abu al-&#8217;Aliyah: Telah mengisahi kami sepupu Nabi kalian, yaitu Ibnu &#8216;Abbas radhiya`llahu &#8216;anhuma, dari Nabi SAW, beliau telah bersabda: &#8220;Pada malam aku diisra&#8217;kan aku telah melihat Musa, seorang lelaki berkulit sawo matang, tinggi kekar, seakan-akan dia adalah lelaki Suku Syanu&#8217;ah. Dan aku telah melihat &#8216;Isa, seorang lelaki bertinggi sedang, berambut lurus. Dan aku juga telah melihat Malaikat Penjaga Neraka dan Dajjal&#8221; termasuk ayat yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau. {maka janganlah kamu ragu tentang pertemuan dengannya (yaitu Musa) (as-Sajdah, 32: 23)}.</p>
<p>Dari Anas dan Abu Bakrah, dari Nabi SAW: &#8220;Malaikat-malaikat kota Madinah berjaga-jaga dari Dajjal.&#8221;</p>
<p>    HR al-Bukhari (3239), Kitab Permulaaan Penciptaan, Bab Penyebutan Malaikat.</p>
<p>[sunting] Disodorkan kepada beliau SAW dua gelas minuman</p>
<p>Abu Hurairah telah berkata: Pada malam beliau diisra`kan, disodorkan kepada Rasulullah SAW dua gelas minuman: khamr (minuman keras) dan susu. Beliaupun melihat keduanya, lalu mengambil susu. Jibril berkata: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki engkau kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.&#8221;</p>
<p>    HR al-Bukhari (4709), Kitab Tafsir al-Qur&#8217;an, Bab Firmannya {yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram (al-Isra&#8217;, 17: 1)}.</p>
<p>Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika aku diisra`kan, aku bertemu Musa. Dia berkata: Kemudian beliau menyifatkannya. Dia adalah lelaki, aku mengira beliau bersabda: Kurus, agak tinggi. Rambutnya ikal, seakan-akan dari suku Syanu&#8217;ah. Beliau bersabda: Dan aku bertemu &#8216;Isa. Dia berkata: Kemudian beliau menyifatkannya. Beliau bersabda: Tingginya sedang, berkulit kemerahan, seperti baru keluar dari Dimas, yaitu pemandian. Dan aku telah melihat Ibrahim. Beliau bersabda: Dan aku adalah keturunannya yang paling mirip dengannya. Beliau bersabda: Dan disodorkan kepadaku dua gelas minuman. Salah satunya susu, dan yang lain khamr. Kemudian dikatakan kepadaku: Ambillah yang mana dari keduanya yang engkau kehendaki! Akupun mengambil susu, kemudian meminumnya. Lalu dikatakan kepadaku: &#8220;Engkau telah ditunjuki kepada fitrah&#8221; atau &#8220;Engkau telah menepati fitrah. Adapun sungguh seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.&#8221;</p>
<p>    HR at-Tirmidzi (3130), Kitab Tafsir al-Qur`an dari Rasulullah, Bab Dan Dari Surah Bani Isra`il. Beliau berkata: &#8220;Ini adalah hadits hasan shahih.&#8221;</p>
<p>[sunting] Peristiwa ketika Mi&#8217;raj</p>
<p>[sunting] Langit Ke-1: Nabi Adam</p>
<p>Akupun pergi bersama Jibril hingga kami mendatangi Langit Dunia. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Ya&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba&#8221;. Begitu menjumpai Adam, aku memberinya salam. Diapun berkata: &#8220;Selamat datang untukmu wahai anak dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-2: Nabi Isa dan Nabi Yahya</p>
<p>Kemudian kami mendatangi Langit Kedua. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Ya&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba&#8221;. Ketika menjumpai Isa dan Yahya, keduanya berkata: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-3: Nabi Yusuf</p>
<p>Lalu kami mendatangi Langit Ketiga. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Ya&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba&#8221;. Saat menjumpai Yusuf, aku memberinya salam. Dia berkata: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-4: Nabi Idris</p>
<p>Lantas kami mendatangi Langit Keempat. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Dan telah waktunya ia diutus kepada-Nya?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Ya&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Selamat datang untuknya dan sebaik-baik pendatang telah tiba&#8221;. Tatkala menjumpai Idris, aku memberinya salam. Diapun berkata: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-5: Nabi Harun</p>
<p>Kemudian kami mendatangi Langit Kelima. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Ditanya lagi: &#8220;Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Ya&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba&#8221;. Saat kami menjumpai Harun, aku memberinya salam. Diapun menjawab: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-6: Nabi Musa</p>
<p>Lantas kami mendatangi Langit Keenam. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Dikatakan: &#8220;Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya? Selamat datang untuknya dan sebaik-baik pendatang telah tiba.&#8221; Ketika menjumpai Musa, aku memberinya salam. Diapun dia berkata: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!&#8221;. Tatkala aku berlalu, dia menangis sehingga ditanya: &#8220;Apa yang menyebabkanmu menangis?&#8221;. Dia menjawab: &#8220;Wahai Tuhan, (yang menyebabkanku menangis yaitu) pemuda ini yang diutus sesudahku. Umatnya yang masuk surga lebih utama daripada umatku yang memasukinya.&#8221;</p>
<p>[sunting] Langit Ke-7: Nabi Ibrahim</p>
<p>Lalu kami mendatangi Langit Ketujuh. Ada yang bertanya: &#8220;Siapa ini?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Jibril&#8221;. Ditanya: &#8220;Siapa bersamamu?&#8221;, dia menjawab: &#8220;Muhammad&#8221;. Dikatakanlah: &#8220;Dan telah waktunya ia diutus kepada-Nya? Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba.&#8221; Saat menjumpai Ibrahim, aku memberinya salam. Diapun berkata: &#8220;Selamat datang untukmu, wahai putra dan nabi!&#8221;.</p>
<p>[sunting] Baitul Makmur</p>
<p>Tatkala dinaikkan ke Baitul Makmur, aku menanyai Jibril. Maka ia menjawab: &#8220;Ini adalah Baitul Makmur. Setiap hari di dalamnya shalat tujuh puluh ribu (70.000) malaikat. Jika mereka telah keluar, mereka tidak akan pernah kembali lagi ke sana sampai yang terakhir dari mereka.&#8221;</p>
<p>[sunting] Peristiwa di Sidratul Muntaha</p>
<p>Dan aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha yang mana buahnya seperti bejana batu dan daunnya seperti telinga gajah. Pada akarnya terdapat empat sungai: dua sungai batin dan dua sungai lahir. Begitu kutanyai Jibril, ia menjawab: &#8220;Adapun dua yang batin (tidak tampak dari dunia) berada di surga, sedangkan dua yang lahir (tampak di dunia) adalah Nil dan Eufrat.&#8221; Kemudian aku diwajibkan lima puluh shalat.</p>
<p>    HR al-Bukhari (3207).</p>
<p>[sunting] Peristiwa di Surga</p>
<p>Dari Anas bin Malik, dari Nabi {{{SAW}}}, beliau telah bersabda: Ketika aku jalan-jalan di Surga, aku mendekati sungai yang di kedua bantarannya terdapat kubah-kubah dari rangkaian mutiara. Aku bertanya: &#8220;Apa ini wahai Jibril?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu.&#8221; Maka ingatlah (ketahuilah) oleh kalian bahwa tanahnya atau debunya adalah kesturi yang harum semerbak.</p>
<p>    HR al-Bukhari (6581), Kitab Kelembutan Hati, Bab Tentang al-Kautsar.</p>
<p>[sunting] Peristiwa di Neraka</p>
<p>Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: Ketika aku dimi&#8217;rajkan [Tuhanku yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi], aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakari wajah-wajah dan dada-dada mereka. Aku bertanya: &#8220;Siapa mereka wahai Jibril?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menumpuk-numpuk harta.&#8221;</p>
<p>    HR Abu Dawud (4878), Kitab Adab, Bab Tentang Ghibah. Menurut al-Albani hadits ini shahih lighairih dalam ash-Shahihah (II: 533) dan Shahih at-Targhib (III: 2839). Sebelumnya dalam Takhrij al-Misykat (III: 5046) beliau belum menetapkan derajatnya.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-6: Saran Nabi Musa</p>
<p>Saat aku kembali (turun) hingga menjumpai Musa, ia bertanya: &#8220;Apa yang engkau bawa?&#8221;.Kujawab: &#8220;Aku diwajibkan lima puluh shalat&#8221;. Ia berkata: &#8220;Aku lebih mengetahui manusia daripadamu. Aku telah berurusan dengan Bani Israil dengan urusan yang sulit. Dan sesungguhnya umatmu tidak akan mampu. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, kemudian mintalah (keringanan) kepada-Nya.&#8221;</p>
<p>[sunting] Sidratul Muntaha: Keringanan kewajiban shalat</p>
<p>Oleh karena itu aku kembali. Akupun meminta (keringanan) kepada-Nya sehingga Dia menjadikannya empat puluh.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-6, Sidratul Muntaha</p>
<p>Kemudian seperti tadi (ketika bertemu Musa), lalu tiga puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan dua puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan sepuluh. Ketika aku bertemu Musa, ia berkata seperti tadi. Dia pun menjadikannya lima.</p>
<p>[sunting] Langit Ke-6: Berserah diri</p>
<p>Tatkala aku bertemu Musa, ia berkata: &#8220;Apa yang engkau bawa?&#8221;. Begitu kujawab: &#8220;Dia jadikan lima&#8221;, ia (masih) berkata seperti tadi. Maka aku katakan: &#8220;Aku berserah diri dengan baik&#8221;, sehingga diserukanlah: &#8220;Sesungguhnya Aku (Allah) telah menetapkan kewajiban-Ku serta meringankan hamba-Ku, dan Aku akan memberi pahala kebajikan sepuluh kalinya.&#8221;</p>
<p>    HR al-Bukhari (3207) dengan redaksi sebagaimana telah dikemukakan panjang lebar, an-Nasai (448), dan Ahmad (17378 &amp; 17381).</p>
<p>[sunting] Peristiwa Sepulang Isra Mi&#8217;raj</p>
<p>[sunting] Isra Mi&#8217;raj merupakan ujian keimanan bagi manusia</p>
<p>Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma tentang firman-Nya Ta&#8217;ala: &#8220;Dan Kami tidak menjadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia&#8221; (al-Isra&#8217;, 17: 60). Ia berkata: Itu adalah dengan mata yang telah dilihat Rasulullah SAW pada malam beliau diisra&#8217;kan ke Bait al-Maqdis. Ia berkata: &#8220;dan pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur&#8217;an&#8221;, ia berkata: Itu adalah Pohon Zaqqum.</p>
<p>    HR al-Bukhari (3888), Kitab Manaqib, Bab Mi&#8217;raj.</p>
<p>[sunting] Beliau SAW menceritakan Isra Mi&#8217;raj dan melihat gambaran Baitul Maqdis</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika malam aku diisra&#8217;kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasanya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati.</p>
<p>Ia Ibnu Abbas) berkata: Kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahl. Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada beliau: Kamu tampak bersedih, apakah ada sesuatu? Rasulullah SAW pun menjawab: Ya. Dia berkata: Apa itu? Beliau menjawab: Sesungguhnya aku diisra&#8217;kan malam tadi. Dia berkata: Ke mana? Beliau menjawab: Ke Bait al-Maqdis. Dia bertanya: Kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami (di Makkah ini)? Beliau jawab: Ya. Ia berkata: Namun dia tidak menampakkan sikap bahwa dia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya. Dia berkata: Tahukah engkau, jika engkau hendak mendakwahi kaummu, kau harus kisahi mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku. Rasulullah SAW pun menjawab: Ya.</p>
<p>Kemudian dia berseru: Kemarilah wahai penduduk Bani Ka&#8217;ab bin Lu`ai! Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya. Dia berkata: Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku. Rasulullah SAW pun berkata: Sesungguhnya malam tadi aku diisra&#8217;kan. Mereka bertanya: Ke mana? Kujawab: Ke Bait al-Maqdis. Mereka bertanya: Kemudian subuh engkau berada di depan kami. Beliau menjawab: Ya.</p>
<p>Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala heran atas kebohongan itu (menurut mereka). Mereka berkata: Dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu? Dan di antara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu dan pernah melihat masjid itu. Maka Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Lantas didatangkanlah masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat(nya). Maka aku menyifatkannya dengan melihat hal itu.&#8221;</p>
<p>Ia berkata: Dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal.</p>
<p>Ia berkata: Kemudian ada kaum yang berkata: &#8220;Adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar.&#8221;</p>
<p>    HR Ahmad (2680). Disahkan al-Albani dalam ash-Shahihah (VII: 3021).</p>
<p>Hasan dan Abu Zaid telah berkata: Abdu`sh Shamad telah berkata: Telah mengisahi kami Hilal, dari Ikrimah, dari Ibnu &#8216;Abbas, ia telah berkata: Nabi SAW diisra&#8217;kan ke Bait al-Maqdis. Kemudian sekembalinya dari malamnya itu, beliaupun mengisahi mereka (umat manusia) mengenai perjalanannya, ciri-ciri Bait al-Maqdis dan unta-unta mereka. Maka saling berbincanglah (gemparlah) manusia.</p>
<p>Hasan berkata: Kami membenarkan Muhammad terhadap apa yang diucapkannnya. Lalu banyak orang yang kembali kafir. Kemudian Allah menebas leher-leher mereka bersama-sama dengan Abu Jahal (ketika Perang Badar). Dan Abu Jahal berkata: &#8220;Muhammad menakut-nakuti kita dengan Pohon Zaqqum (terlaknat). Bawalah kemari kurma dan mentega, kemudian laknatlah ia.&#8221; Dan beliau telah melihat Dajjal dalam bentuknya dengan mata kepala, bukan ketika mimpi saat tidur; &#8216;Isa, Musa, dan Ibrahim semoga shalawat Allah atas mereka. Kemudian Nabi SAW ditanya tentang (ciri-ciri) Dajjal. Beliaupun menjawab: &#8220;Tinggi dan besar.&#8221;</p>
<p>Hasan berkata: Beliau berkata: &#8220;Aku melihatnya berkulit putih, tinggi besar. Salah satu matanya juling seperti bintang yang bersinar. Rambut kepalanya seperti ranting-ranting pohon. Dan aku melihat &#8216;Isa sebagai pemuda berkulit putih, kepalanya tegak, bermata tajam, bertubuh bagus. Dan aku melihat Musa (yang) kekar, berkulit sawo matang, (dan) berambut lebat.&#8221;</p>
<p>Hasan berkata (melanjutkan riwayat marfu&#8217; tadi): &#8220;Rambutnya indah. Dan aku melihat Ibrahim, maka aku tidak melihat salah satu cirinya kecuali aku melihatnya ada pada diriku. Seakan-akan dia adalah sahabat kalian ini (yaitu Rasulullah sendiri). Kemudian Jibril &#8216;alaihi`s salam berkata: &#8220;Berilah salam kepada Malik (malaikat penjaga neraka)&#8221;, maka aku mengucapkan salam kepadanya.&#8221;</p>
<p>    HR Ahmad (3365). Isnadnya hasan menurut al-Albani.</p>
<p>Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah n : &#8220;Sungguh aku telah melihat di al-Hijr dan orang-orang Quraisy menanyaiku tentang perjalanan malamku (isra). Mereka menanyaiku tentang hal-hal dari Baitul Maqdis yang tidak kuperhatikan. Maka akupun gelisah dengan kegelisahan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Kemudian Allah menampakkan (gambaran Baitul Maqdis) untukku sehingga aku melihat kepadanya. Tidaklah aku ditanya tentang sesuatupun (mengenai Baitul Maqdis) kecuali aku kabarkan hal itu kepada mereka.</p>
<p>Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama&#8217;ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Syanu&#8217;ah. Dan ada pula Isa bin Maryam p sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas&#8217;ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim p sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata: Wahai Muhammad; ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya. Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam.&#8221;</p>
<p>    HR Muslim (172), Kitab Iman, Bab Penyebutan al-Masih bin Maryam dan al-Masih ad-Dajjal.</p>
<p>Ketika Suku Quraisy mendustakanku [ketika aku diisrakan ke Baitul Maqdis], aku berdiri di al-Hijr. Kemudian Allah menampakkan Baitul Maqdis bagiku. Akupun menerangkan kepada mereka tentang ciri-cirinya sementara aku melihat (penampakan) itu.</p>
<p>    HR al-Bukhari (3886) &amp; [4710] &#8211; redaksi di atas, Ahmad, al-Baihaqi, at-Tirmidzi, dan an-Nasai dari Jabir. Takhrij hadits dalam Shahih al-Jami&#8217; (II: 5215).</p>
<p>[sunting] Abu Bakar memperoleh julukan ash-Shiddiq</p>
<p>Saat Nabi SAW diisrakan ke Masjid al-Aqsha, subuhnya orang-orang membicarakan hal itu. Maka sebagian orang murtad dari yang awalnya beriman dan membenarkan beliau. Mereka memberitahukan hal itu kepada Abu Bakar radhiya`llahu anhu. Mereka bertanya: &#8220;Apa pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku bahwasanya dia diisrakan malam tadi ke Baitul Maqdis?&#8221; Dia (Abu Bakar) menjawab: &#8220;Apakah ia berkata demikian?&#8221; Mereka berkata: Ya. Dia menjawab: &#8220;Jika ia mengatakan itu, maka sungguh ia telah (berkata) jujur.&#8221; Mereka berkata: &#8220;Apakah engkau membenarkannya bahwasanya dia pergi malam tadi ke Baitul Maqdis dan sudah pulang sebelum subuh?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Ya, sungguh aku membenarkannya (bahkan) yang lebih jauh dari itu. Aku membenarkannya terhadap berita langit (yang datang) di waktu pagi maupun sore.&#8221; Maka karena hal itulah, Abu Bakar diberi nama ash-Shiddiq (orang yang membenarkan).</p>
<p>    HR al-Hakim dari Aisyah radhiyallahu anha. Shahih lighairih menurut al-Albani dalam ash-Shahihah (I: 306).</p>
<p>Datang sekelompok orang-orang Quraisy kepada Abu Bakar. Mereka kemudian berkata: &#8220;Apa pendapatmu tentang sahabatmu ! Ia mengaku bahwasanya dia mendatangi Baitul Maqdis, kemudian pulang ke Makkah dalam satu malam saja ?! Abu Bakar menjawab: &#8220;Apakah ia berkata demikian?&#8221; Mereka berkata: &#8220;Ya.&#8221; Dia menjawab: &#8220;Sungguh ia telah jujur.&#8221; (menurut riwayat al-Baihaqi: Dia menjawab: &#8220;Ya, sungguh aku membenarkannya bahkan yang lebih jauh dari itu. Aku membenarkannya terhadap berita langit.&#8221; Dia berkata: Maka karena itulah, dia diberi nama ash-Shiddiq).</p>
<p>    HR Qasim bin Tsabit (dan al-Baihaqi) dalam ad-Dalail mereka masing-masing dari Jabir (al-Isra, h. 60-61)</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Isra_dan_Mi%27raj</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=5&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/29/isra-dan-miraj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERITA WAYANG BAHASA JAWA</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/cerita-wayang-bahasa-jawa/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/cerita-wayang-bahasa-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/cerita-wayang-bahasa-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[Pregiwa-Pregiwati anake Arjuna lan Endang Manuhara Endang Pregiwa iku anake Arjuna lan Endang Manuhara. Dheweke duwe sedulur tunggal bapa biyung sing jenenge Endang Pregiwati. Ing lakon Pregiwa-Pregiwati, kekarone bebarengan lunga nggoleki bapakne menyang Amarta, kairingan Cantrik Janaloka minangka pangiringe. Ing tengahing laku ngupadi bapakne iku, katelune sapatemon kalawan Kurawa sing nembe ngupadi patah kembar kanggo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=4&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pregiwa-Pregiwati anake Arjuna lan Endang Manuhara</p>
<p>Endang Pregiwa iku anake Arjuna lan Endang Manuhara. Dheweke duwe sedulur tunggal bapa biyung sing jenenge Endang Pregiwati.<br />
Ing lakon Pregiwa-Pregiwati, kekarone bebarengan lunga nggoleki bapakne menyang Amarta, kairingan Cantrik Janaloka minangka pangiringe.<br />
Ing tengahing laku ngupadi bapakne iku, katelune sapatemon kalawan Kurawa sing nembe ngupadi patah kembar kanggo minangkani wewaton nglamar Dewi Siti Sendari. Ancase Kurawa, Dewi Siti Sendari bakal didhaupake kalawan pangeran pati Astina sing jenenge Leksmanamandrakumara.<br />
Nalika Janaloka kacipuhan ngadhepi Kurawa ing sawijining andon yuda sing ora imbang, Endang Pregiwa banjur ngejak mlayu Endang Pregiwati, nyingkir saka papan andon yuda. Endang Pregiwa lan adhine wusana sapatemon kalawan Abimanyu. Sabanjure Abimanyu ngadhepi Kurawa sawise Janaloka nemahi pati. Lan nalika iku Gathotkaca mbiyantu Abimanyu saengga kekarone kasil ngasorake para Kurawa. Gathotkaca sing weruh Pregiwa lan Pregiwati banjur tuwuh rasa tresna ing atine. Endang Pregiwa nglanggati krenteging rasa tresa ing atine Gathotkaca lan wusana kekarone didhaupake. Gathotkaca lan Endang Pregiwa nurunake anak siji sing jenenge Arya Sasikirana utawa Sasikirna.<br />
Dene Endang Pregiwati sabanjure dilamar dening Pancawala sawise kedadeyan rajapati. Gathotkaca ditutuh mateni Pancawala nggunakake keris sing disilih saka Arjuna, saengga antuk paukuman kanthi cara dirante.<br />
Nanging Gathotkaca kasil ndhudhah sejatining kedadeyan rajapati iku. Gathotkaca kasil nemokake bukti yen sing mateni Pancawala ora liya Leksmanamandrakumara, anake Duryudana utawa Suyudana, sing pancen pengin sesandhingan kalawan Endang Pregiwati.<br />
Wusana, Gathotkaca diluwari saka paukuman lan Pancawala diwaluyakake maneh dening Sri Kresna amarga pancen durung tekan pepesthene nemahi pati. Dhaupe Endang Pregiwati lan Pancawala, anake Prabu Yudhistira, lumaku kanthi regeng lan agung kadidene dhaupe anak raja.<br />
Pancawala ing crita pedhalangan Jawa mujudake anake Prabu Yudhistira utawa Puntadewa, raja ing Indraprasta/Amarta/Amerta, lan Dewi Drupadi, anake Prabu Drupada raja ing Pancala.<br />
Miturut crita Hindhu, Dewi Drupadi duwe sisihan akeh utawa nglakoni poliandri, yaiku dadi sisihane Pandhawa sing nurunake anak dhewe-dhewe. Ing Mahabarata, Pancawala uga sinebut Pancakumara utawa Pandhawasuta, tegese anake para Pandhawa. Lan saka dhaupe Dewi Drupadi kalawan para Pandhawa banjur nurunake Pratiwindya (anake Yudhistira), Srutasoma (anake Bima), Srutakirti (anake Arjuna), Srutanika (anake Nakula) lan Srutakarman (anake Sadewa).<br />
Pancawala banjur dhaup karo Dewi Pregiwati. Ing perang Baratayuda, Pancawala mehak Pandhawa. Pancawala urun kridha mbela Pandhawa nalika pasanggrahane Pandhawa dirabasa Kurawa, yaiku ing Baratayuda babak katelu utawa Ranjapan. Pancawala bebarengan para senapati Pandhawa ngadhepi panempuhe Kurawa.<br />
Nalika Aswatama nylundup mlebu wewengkon Karaton Astina sedya mateni Parikesit, Pancawala mati dening Aswatama. Pancawala raket pasedulurane karo Anantasena, anake Bima lan Dewi Urangayu, anake Hyang Mintuna. ::Ichwan Prasetyo::<br />
Dewi Surtikanti milih mbela pati sisihane</p>
<p>Dewi Surtikanti iku anake Prabu Salya lan Dewi Setyawati utawa Dewi Pujawati. Dene Dewi Setyawati dhewe ora liya anake begawan raseksa sing jenenge Bagaspati ing padhepokan utawa pertapan Hargabelah.<br />
Prabu Salya lan Dewi Setyawati nurunake anak cacah lima, yaiku Dewi Erawati (prameswarine Prabu Baladewa), Dewi Surtikanti, Dewi Banowati (prameswarine Prabu Duryudana), Arya Burisrawa lan Rukmarata.<br />
Ing lakon Alap-alapan Surtikanti dicritakake karaton Mandraka kalebon sawijining durjana sing tansah ngadani patemon kalawan Dewi Surtikanti. Maling agung kasebut raine mirip Pamade utawa Arjuna saengga Arjuna saguh ngrangket durjana kasebut.<br />
Ing taman Mandraka, Arjuna bisa sapatemon kalawan durjana sing mlebu ing karaton Mandraka. Arjuna kasil mangerteni jati dhirine duratmaka sing ora liya Suryaputra. Wusana Arjuna lan Suryaputra banjur andon yuda, adu kasekten.<br />
Nanging Suryaputra kasil dikalahake dening Arjuna lan uga kasil dirangket. Suryaputra banjur dipasrahake marang Prabu Salya. Sawise kasil ngalahake Prabu Karnamandra lan ngejeki krajan Awangga, krajan sing tansah ngreridhu lan ngganggu gawe katentremane Mandraka, Suryapurna utawa Karna banjur sinengkakake ngaluhur, dadi raja ing Awangga jejuluk Adipati Karna.<br />
Kasile Karna ngalahake krajan Awangga uga saka pambiyantune Arjuna. Suryaputra sabanjure dijodhokake kalawan Dewi Surtikanti. Nalika upacara pikramane Suryaputra lan Dewi Surtikanti arep digelar, Dewi Surtikanti njaluk supaya dipaesi dening sawijining jaka sing bagus.<br />
Arjuna sing ditetepake lan dipilih dadi juru paes tumrap Dewi Surtikanti. Karna lan Dewi Surtikanti nurunake anak loro, yaiku Warsasena lan Warsakusuma. Ing perang Baratayuda, Dewi Surtikanti mati lampus, belapati tumrap sisihane, Adipati Karna.<br />
Surtikanti mati sadurunge Karna gugur ing pabaratan, nalika nglawan Arjuna. Patine Surtikanti amarga klerune Adimanggala nalika matur marang Sutikanti sing kudune wose ngandharake yen Adipati Karna njaluk sedhah utawa suruh, nanging nalika diungelake dening Adimanggala wose dadi Adipati Karna seda utawa mati.<br />
Amarga klerune Adimanggala iku Surtikanti dadi sedhih banget lan banjur mutusake bakal bela pati marang sisihane kanthi cara mati lampus. Amarga kedadeyan kasebut, Adimanggala antuk paukuman pati saka Karna. Adipati Karna dhewe sing mateni Adimanggala. ::Ichwan Prasetyo::</p>
<p>Wahmuka lan Arimuka sedulur kakang kawah adhi ari-ari</p>
<p>Ditya Wahmuka ora bisa dipisahake kalawan Ditya Arimuka. Kekarone awujud raseksa kembar sing riwayat asal-usule siji.<br />
Kekarone metu ing lakon Alap-alapan Triputri, yaiku kedadeyan nalika ana putri telu kembar arep ningkahan bareng. Telu putri kasebut yaiku Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki.<br />
Ditya Wahmuka lan Ditya Arimuka dadi pasanggiri nagara Pandansurat. Saksapaa sing bisa ngalahake raseksa kembar iki bakal bisa mboyong putri kembar telu, ya Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki.<br />
Patembayan kasebut kasil narik kawigatene para raja lan satriya sing rata-rata pancen padha kapencut marang kasulistyane putri telu kembar kasebut.<br />
Ananging saka raja-raja lan satriya sing melu patembayan ora ana sing bisa ngalahake kasektene Wahmuka lan Arimuka. Nalika iku Dewabrata utawa Resi Bisma diutus bapake, Prabu Santanu raja Astina kanggo melu ing patembayan kanggo adhine, Citragada lan Wicitrawirya.<br />
Bisma banjur adhep-adhepan kalawan Wahmuka lan Arimuka. Katelune banjur perang tandhing rame banget. Kanthi pusaka lembing Kyai Salukat, Dewabrata kasil ngalahake<br />
Ditya Wahmuka lan Arimuka. Wahmuka banjur bali marang wujud asale yaiku kawah, dene Ditya Arimuka uga bali marang wujud asale, yaiku ari-ari.<br />
Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki iku anake Prabu Darmahambara, raja ing Giyantipura. Dewi Amba wus dipacangake lan Prabu Citramuka, raja nagara Srawantipura.<br />
Nalika Bisma kasil mupu patembayan lan mboyong Dewi Amba, Dewi Ambika lan Dewi Ambiki, ing tengah dalan Dewi Amba njaluk marang Bisma supaya diluwari amarga wus dipacangake lan Prabu Citramuka saka nagara Srawantipura.<br />
Nanging nalika Dewi Amba kasil sapatemon kalawan Citramuka, raja nagara Srawantipura iku wus ora gelem maneh nganggep Amba minangka pacanange. Miturut Citramuka, Amba wus dadi hake Bisma sing menang ing patembayan kanthi ngalahake pasanggirine Wahmuka lan Arimuka.<br />
Amba banjur nyusul Bisma maneh lan njaluk supaya entuk melu tekan Astina. Nanging Bisma ora gelem nampa baline Amba minangka putri Boyongan. Dene Amba dhewe tetep ndhesek Bisma supaya gelem ngejak tekan Astina.<br />
Bisma banjur nesu lan ngancam Amba nganggo sanjatane. Lan tanpa sengaja, panah sing pinenthang ing gandhewane Bisma kanggo ngagar-agari Amba ucul saka jepitan drijine Bisma. Panah iku ngenani dhadhane Amba. Sadurunge mati Amba nyepatani Bisma yen dheweke bakal males patine lumantar sawijining prajurit wanita titisane.<br />
Sepatane Amba kawujud ing perang Bharatayuda babak kapindho utawa Tawur. Bisma gugur ing tangane Srikandhi, prajurit wanita saka Pandhawa, sisihane Arjuna. Nalika iku Srikandhi kasusupan sukmane Dewi Amba. ::Ichwan Prasetyo::</p>
<p>Brajadenta nyawiji kalawan ragane Gathotkaca</p>
<p>Brajadenta iku anake nomer telu Prabu Arimbaka. Dadi Brajadenta iku ora liya adhine Prabu Arimba lan Dewi Arimbi saka Pringgadani. Tembung Brajadenta ateges sanjata saka gadhing.</p>
<p>Brajadenta kerep makili Dewi Arimbi mimpin krajan Pringgadani, amarga mbakyune sing nglenggahi jejering ratu iku kerep dedunung ing Jodhipati ngampingi sisihane, Bima utawa Werkudara.<br />
Dewi Arimbi dhewe yaiku anake Prabu Arimbaka, raja nagara Pringgadani. Saksurute Prabu Arimba, dheweke nglintir kalungguhan nata ing Pringgadani.<br />
Gumantine raja ing Pringgadani iku ditemtokake tumrap pangeran pati miturut sarasilah kulawarga sing tuwa dhewe. Amarga kuwajibane dadi prameswarine Bima, mula Dewi Arimbi kerep ngampingi Bima ing Jodhipati lan masrahake panguwasane krajan Pringgadani marang Brajadenta.<br />
D<br />
ewi Arimbi duwe kasekten bisa njilma saka wujud asline raseksa dadi putri sing sulistya ing warna. Kasekten iki kababar sepisanan nalika Arimbi sapatemon kalawan Bima.<br />
Pungkasan uripe, Arimbi mati ing satengahing perang Baratayuda amarga mbelani anake, Gathotkaca sing gugur minangka senapati Pandhawa dening Adipati Karna. Wandane Dewi Arimbi iku Cicir.<br />
Suwening suwe ing telenging atine Brajadenta tuwuh pikiran kanggo ngrebut dhampar keprabon Pringgadani saengga dheweke bisa nguwasani Pringgadani, ora mung dadi wakile mbakyune. Brajadenta banjur madeg kraman kathi pawadan yen kalungguhan raja iku ora apik yen dipasrahake marang wanita.<br />
Lan miturut Brajadenta, panemune iku kabukten nalika Arimbi sing jumeneng ratu ing Pringgadani kerep ninggalake kuwajibane amarga kudu ngampingi Bima, sisihane, sing dedunung ing Jodhipati.<br />
Madeg kramane Brajadenta antuk panyengkuyung saka adhi-adhine, yaiku Brajamusti, Brajalamatan lan Brajawikalpa. Ananging ana uga adhine liyane sing ora sarujuk marang sikep lan tumindake Brajadenta iku.<br />
Adhi-adhine sing ora sarujuk nalika Brajadenta nglairake sikepe arep madeg kraman marang Arimbi yaiku Prabakeswa lan Kala Bendana. Wusana pangramane Brajadenya kasil ditindhes dening Gathotkaca, anake Dewi Arimbi lan Bima.<br />
Sabanjure Gathotkaca sinengkakake ngaluhur jumeneng nata ing Pringgadadi sawise ibune, Dewi Arimbi, masrahake dhewe panguwasane marang Gathotkaca.<br />
Ing lakon Gathotkaca Kembar, Brajadenta kasil sesambungan asmara kalawan Dewi Banowati, prameswarine Prabu Suyudana, raja Astina. Nalika iku Brajadenta nyaru wujud kadidene Gathotkaca.<br />
Wusana Brajadenta mati dening Gathotkaca. Arwahe Brajadenta banjur nyawiji ing ragane Gathotkaca kanthi cara mrasuk ing untune Gathotkaca. Wiwit iku Gathotkaca duwe kasekten saksapaa sing kena cokot untune mesthi mati.<br />
Arepa Brajadenya wus nyawiji kalawan ragane Gathotkaca, ananging dheweke bisa urip maneh yen dibutuhake dening Gathotkaca. Lan saben dibutuhake, arwahe Brajadenta bakal mbiyantu apa gawene Gathotkaca. Lan pungkasan uripe, gugur ing palagan Baratayuda babak kaping papat, yaiku Suluhan utawa Gathotkaca Gugur. ::Ichwan Prasetyo::</p>
<p>Wisanggeni lair wujud geni lan menjila dadi satriya pinunjul</p>
<p>Wisanggeni iku anake Arjuna lan Dewi Dresanala. Dewi Dresanala iku anake Bathara Brahma. Arjuna duwe sisihan Dewi Dresnala nalika Arjuna dadi raja ing Kaindran, jejuluk Prabu Kiritin.<br />
Arjuna bisa jumeneng dadi raja ing Kaindran amarga antuk kanugrahan saka dewa sawise kasil ngalahake Prabu Niwatakawaca, raja ditya sing sekti mandraguna saka nagara Imaimantaka.<br />
Wisanggeni lair saka guwa garbane Dewi Dresanala wujud geni, sabanjure malih lan ngrembaka dadi satriya sing pinunjul. Wisanggeni dadi satriya sing pinunjul kapinterane, kawegigane lan kasektene.<br />
Wisanggeni uga kondhang minangka wayang sing mbranyak, raine bagus nanging sakmadya banget anggone nyenyandhang. Marang sapa wae Wisanggeni tansah mungkak krama utawa caturan tanpa nggunakake basa krama sing alus.<br />
Kepara yen guneman kalawan Sanghyang Wenang wae Wisanggeni uga tansah mungkak krama. Dening para dhalang Wisanggeni arang banget diwetokake ing pakeliran. Wisanggeni duwe sisihan sing jenenge Dewi Mustikawati.<br />
Dewi Mustikawati iku anake Prabu Mustikadarwa, raja ing Krajan Sonyapura. Ing lakon Wisanggeni Krama, Wisanggeni kudu ngadhepi Prabu Sitija utawa Prabu Bomanarakasura kanggo mupu Dewi Mustikawati ing sawijining patembayan.<br />
Dewi Mustikawati njaluk wewaton gambaring jagad marang Wisanggeni lan Prabu Sitija. Yen Wisanggeni utawa Prabu Sitija bisa minangkani penjaluke iku, Dewi Mustikawati saguh dadi sisihane.<br />
Wusana Wisanggeni sing kasil nggawa gambaring jagad lan banjur dipasrahake marang Dewi Mustikawati. Kasile Wisanggeni amarga dibiyantu dening Sanghyang Wenang sing nyumadhiyakake gambaring jagad kaya panjaluke Dewi Mustikawati.<br />
Ing lakon Wisanggeni Takon Bapa, ing laku nggoleki bapake, Wisanggeni kasil mbiyantu bapake lan nagara Amarta bisa nemokake maneh pusaka-pusaka piyandel sing ilang.<br />
Dene pusaka-pusaka piyandele Krajan Amarta sing ilang lan kasil dibalekake maneh dening Wisanggeni yaiku Kalimasada, Sarotama, Hrudadali, Anantakusuma, payung Tunggulnaga lan Pasopati.<br />
Kabeh kulawarga Pandhawa, kalebu Prabu Kresna, ora ana sing wani tumindak sakepenake dhewe marang Wisanggeni. Salawase uripe Wisanggeni dedunung ing kayangan Daksinageni bebarengan ibune, Dewi Dresanala, lan kabeh kulawargane. Wandane Wisanggeni iku Rungsit.<br />
Dene kawitane Arjuna rabi kalawan Dewi Dresanala sing sabanjure nurunake Wisanggeni yaiku nalika Prabu Niwatakawaca pengin ngrabi Dewi Supraba. Niwatakawaca sing jeneng enome Nirbita iku banjur tumuju suralaya kanggo nglamar Dewi Supraba.<br />
Ananging para dewa ora ana sing nglilani yen Dewi Supraba rabi kalawan Niwatakawaca. Wusana Niwatakawaca banjur ngrabasa ing suralaya. Kasektene ora ana sing bisa nandhingi, para dewa kabeh kasoran.<br />
Sanghyang Girinata banjur mrentahaka Arjuna supaya ngadhepi Niwatakawaca. Nalika iku Arjuna nembe mertapa ing pertapan Indrakila lan jejuluk Begawan Ciptaning Mintaraga utawa Cipta Ening Mintaraga. Arjuna sing dibiyantu Dewi Supraba kasil mateni Niwatakawaca. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=4&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/cerita-wayang-bahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah internet</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-internet/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut sejarah kemunculan dan perkembangan internet. Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=3&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut sejarah kemunculan dan perkembangan internet.<br />
Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.<br />
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan &#8220;at&#8221; atau &#8220;pada&#8221;. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.<br />
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.<br />
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.<br />
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.<br />
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.<br />
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0. </p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=3&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/04/hello-world/</link>
		<comments>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyoe12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=1&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wahyoe12.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wahyoe12.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wahyoe12.wordpress.com&amp;blog=8861077&amp;post=1&amp;subd=wahyoe12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyoe12.wordpress.com/2009/08/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49bb7398432572cd019fd286a6a97372?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyoe12</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
